Jumat, 28 September 2012

MAKALAH KERAJAAN BALI


KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini yang berjudul “Kerajaan Bali.”
Makalah ini berisikan tentang informasi Kerajaan Bali. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk dan pedoman bagi para pembaca dalam memperluas pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.


Sindangwangi,  Oktober 2012



Penyusun



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I        PENDAHULUAN ...............................................................................
1.1  Latar Belakang .................................................................................
1.2  Maksud dan Tujuan Penulisan .........................................................
1.3  Rumusan Masalah ............................................................................
1.4  Sistematika Penulisan .......................................................................
BAB II       PEMBERONTAKAN ANGKATAN PERANG RATU ADIL (APRA)    
2.1  Bukti Kerajaan Bali ..........................................................................
2.2  Letak Kerajaan Bali .........................................................................
2.3  Raja-raja Kerajaan Bali ....................................................................
2.4  Kehidupan Kerajaan Bali .................................................................
2.5  Penyebab Kejayaan Kerajaan Bali ...................................................
2.6  Penyebab Kemunduran Kerajaan Bali .............................................
BAB III     PENUTUP ............................................................................................
3.1  Kesimpulan .......................................................................................
3.2  Saran .................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................
LAMPIRAN



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8, bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah, Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat, juga terhadap sistem pemerintah.
Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno. Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan.
Kerajaan Bali terletak pada sebuah Pulau kecil yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa. Karena letak pulau itu berdekatan, maka sejak zaman dulu mempunyai hubungan yang erat. Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap di sana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap pewaris tradisi Majapahit.

1.2  Maksud dan Tujuan Penulisan
1.2.1     Maksud Penulisan
Adapun maksud dari makalah kami tentang Kerajaan Bali, yaitu :
1.      Ingin mengetahui Bukti Kerajaan Bali.
2.      Ingin mengetahui letak Kerajaan Bali.
3.      Ingin mengetahui raja-raja Kerajaan Bali.
4.      Ingin mengetahui kehidupan Kerajaan Bali.
5.      Ingin mengetahui penyebab kejayaan Kerajaan Bali.
6.      Ingin mengetahui penyebab kemunduran Kerajaan Bali.

1.2.2     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari makalah tentang Pemberontakan APRA adalah :
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah.
2.      Untuk menambah poin-poin dalam pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui lebih dalam tentang Kerajaan Bali.

1.3  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini berupa pertanyaan sebagai berikut:
1.      Apa Bukti Kerajaan Bali?
2.      Dimana letak Kerajaan Bali?
3.      Siapa raja-raja Kerajaan Bali?
4.      Bagaimana kehidupan Kerajaan Bali?
5.      Apa penyebab kejayaan Kerajaan Bali?
6.      Apa kemunduran Kerajaan Bali?

1.4  Sistematika Penulisan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I      Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan Penulisan
1.3 Rumusan Masalah
1.4 Sistematika Penulisan
Bab II     PEMBERONTAKAN APRA DI BANDUNG
Bab III   Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Bukti Sejarah
·         Berasal dari kitab sejarah dinasti Tang.
·         Di sebelah timur Ho – ling terletak P’oli dan bahwa negeri Da – pa – tau terletak disebelah selatan Kamboja.
·         Penduduknya menulis di atas daun Patra (rontal)
·         Di dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat orang Da – pa – tau diberi bekal berupa perhiasan (emas) dan dibakar.
·         Prasasti Bali yang tertua berangka tahun 804 S (882 M) isinya : pemberian izin kepada para biksu dan pendeta agama Buddha untuk membuat pertapaan di bukit Cintamani.
·         Prasasti berangka tahun 818 S (896 M) dan 883 S (911 M) isinya : mengenai tempat sucidan tidak menyebutkan nama Raja.
·         Prasasti yang ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur *Permukaan prasasti ditulissebagian dengan huruf Nagari (huruf India) dan sebagian dengan huruf Bali kuno, sedangkan bahasanya menggunakan bahasa sansekerta. Angka berupa Candra Sangkala dan berbunyi“Khecarawahni – Murti artinya tahun 836 S (914 M).

2.2  Letak Kerajaan Bali
Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Jawa Timur dengan nama yang sama.
Kerajaan Bali umumnya bercorak agama Hindu. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa karena letak kedua pulau ini berdekatan.
Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap disana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit.

Bali yang dikenal sebagai “Pulau Dewata” pada zaman duhulu kala, sebelum kedatangan majapahit terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M yang diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang memiliki pantai matahari terbit.
Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya “Khesari Warmadewa” memiliki istana yang ada di Singhadwala. Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M - 942 M.
Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu, lalu beliau digantikan oleh mahkota Jayasingha Warmadewa (960 M - 975 M).
Dikatakan bahwa raja Jayasingha membangun dua pemandian di desa Manukraya, yang letaknya sekarang.
Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa. Raja pertama Sri Ugranesa. Beberapa prasasti yang ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1 keluarga raja dengan keluarga raja yang lain. Prasasti yang ditemukan di Jawa Timur hanya menerangkan bahwa Bali pernah dikuasaiSingasari pada abad ke – 10 & Majapahit abad ke – 14.

2.3  Raja- Kerajaan Bali
1.      Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa 
2.      Ugrasena
3.      Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu
4.      Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960
5.      Raja Jayasadhu Warmadewa
6.      Sri Maharaja Sri Wijaya Mahdewi
7.      Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga, Marakata, Anak wungsu
8.      Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya, ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi, Tampak Siring Bali  
9.      Anak Wungsu, mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani, binatang yang berharga adalah Kuda. Untuk golongan pedagang laki-laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami 
10.  Raja Walaprabuk. Raja Jayasakti, pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang-undang yakni Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti)
11.  Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kembali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan)

2.4  Kehidupan Kerajaan Bali
1.      Kehidupan Politik 
Nama Bali sudah lama dikenal dalam beberapa sumber kuno. Dalam berita Cina abad ke-7 disebut adanya nama daerah yang bernama Dwa-pa-tan, yang terletak disebelah timur Kerajaan Holing (Jawa). Menurut para ahli nama Dwa-pa-tan ini sama dengan Bali. Adat istiadat penduduk Dwa-pa-tan ini sama dengan di Holing, yaitu setiap bulan padi sudah dipetik, penduduknya menulis dengan daun lontar, orang yang meninggal dihiasi dengan emas, dan ke dalam mulutnya dimasukkan sepotong emas sertadiberi harum-haruman, kemudian mayat itu dibakar. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan, pengaruh Buddha datang terlebih dahulu dibandingkan dengan pengaruh Hindu. Prasasti yang berangka tahun 882 M, menggunakan bahasa Bali menerangkan tentang pemberian i in kepada para biksu untuk mendirikan pertapaan di Bukit Cintamani. Pengaruh Hindu di Bali berasal dari JawaTimur, ketika Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, adasebagian penduduk yang melarikan diri ke Bali, sehingga banyak penduduk Bali sekarangyang menganggap dirinya keturunan dari Majapahit.Prasasti yang menceritakan raja yang berkuasa di Bali ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur. Dalam prasasti ini disebutkan bahwa raja yang bernama KhesariWarmadewa, istananya terletak di Sanghadwala. Prasasti ini ditulis dengan huruf Nagari(India) dan sebagian lagi berhuruf Bali Kuno, tetapi berbahasa Sanskerta. Prasasti ini berangka tahun 914 M (836 saka), dalam Candrasengkala berbunyi Khecara-wahni-murti.Raja selanjutnya yang berkuasa adalah adalah Ugrasena pada tahun 915 M.Ugrasena digantikan oleh Tabanendra Warmadewa (955-967 M). Tabanendra kemudian digantikan oleh Jayasingha Warmadewa, ia membangun dua buah pemandian di desaManukraya. Pemandian ini merupakan sumber air yang dianggap suci. Jayasinghakemudian digantikan oleh Jayasadhu Warmadewa yang memerintah dari tahun 975-983M. Tidak banyak berita yang menceritakan masa kekuasaannya.
2.      Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi yang berkembang di Bali adalah sektor pertanian. Hal itudapat dibuktikan dengan kata-kata yang terdapat dalam berbagai prasasti yangmenunjukkan usaha dalam sektor pertanian, seperti suwah, parlak (sawah kering), gaga(ladang), kebwan (kebun), dan kaswakas (pengairan sawah).
3.      Kehidupan Sosial Budaya
Struktur masyarakat Bali dibagi ke dalam empat kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Tetapi pembagian kasta ini tidak seketat seperti di India. Begitu puladalam pemberian nama awal pada anak-anak di lingkungan masyarakat Bali memilikicara yang khas, yaitu:a. Wayan untuk anak pertama; b. Made untuk anak kedua; c. Nyoman untuk anak ketiga;d. Ketut untuk anak keempat.Tetapi ada juga nama Putu untuk panggilan anak pertama dari kasta Brahmanadan Ksatria
4.      Kepercayaan
Masyarakat Bali banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India, terutamaHindu. Sampai sekarang, masyarakat Bali masih banyak yang menganut agama Hindu. Namun demikian, agama Hindu yang mereka anut telah bercampur dengan budayamasyarakat asli Bali sebelum Hindu. Masyarakat Bali sebelum Hindu merupakankelompok masyarakat yang terikat oleh hubungan keluarga dan memuja roh-roh nenek moyang yang mereka anggap dapat menolong dan melindungi kehidupan keluarga yang masih hidup. Melalui proses sinkretisme ini, lahirlah agama Hindu Bali yang bernama Hindu Dharma.

2.5  Penyebab Kejayaan
1.      Naik tahtanya Dharmodayana. Pada masa pemerintahnnya, system pemerintahan Kerajaan Bali semakin jelas.
2.      Perkawinan antara Dharma Udayana dengan Mahendradata yang merupakan putri dari raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali semakin kuat.

2.6  Penyebab Kemunduran
Dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang dikenal dengan nama Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari kerajaan majapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan Kerajaan Majapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwa ke jawa dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai Ki Kebo Iwa di kubur hidup-hidup dengan tanah dan batu namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya dia menyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh baru dia dapat dibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Mada pada tahun 1343.
1.      Patih Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya di Majapahit Kebo Iwa dibunuh.
2.      Patih Gajah Mada yang berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan di Bali, lalu ia menangkap raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit.





BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa, Udayana dan anak Wungsu. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram, dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956-1022) kawin dengan putri Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta, hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putri Darmawangsa Tguh sampaia khirnya terjadi perlaya 1016. Karena diserang oleh Raja Wurawari dari Wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya. Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049-1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Pengganti Anak Wungsu, Jaya Sakti, Jayapangus dan Bedahulu adalah raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan KerajaanMajapahit

3.2  Saran
Tiada sesuatupun yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan makalah yang penulis susun ini juga masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan penulis terima dengan senang hati demi melengkapi makalah ini



DAFTAR PUSTAKA



http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/penyebab-kejayaan-dan-kemunduran.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar